POLA BARU CARAKA MALAM DAN API SEMANGAT BELA NEGARA LATSAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN VIII “DARI PESERTA, OLEH PESERTA DAN UNTUK PESERTA”

Agenda Sikap Perilaku Bela Negara pada Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III Angkatan VIII di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) diakhiri dengan kegiatan Caraka Malam dan Api Semangat Bela Negara (ASBN). Proses Caraka Malam dan ASBN merupakan acara puncak agenda sikap perilaku bela negara yang bertujuan untuk proses internalisasi nilai-nilai dasar Bela Negara bagi peserta latsar CPNS.

 Foto 1. Proses Penciuman Bendera Oleh Peserta pada Upacara ASBN

Proses Caraka Malam diawali dengan pengarahan yang dilakukan oleh Wakil Ketua Penyelengara Latsar CPNS Angakatan VIII Hasmo Sadewo, SP, ME. Dalam arahannya Hasmo Sadewo menjelaskan mengenai tata cara Caraka Malam yang akan dilakukan yang pada umumnya sama dengan Caraka Malam sebelumnya dan pada khususnya terdapat penambahan-penambahan diantaranya tentang (1) adanya pesan rahasia yang harus ditemukan peserta disepanjang rute Caraka Malam dimana pesan tersebut merupakan tanggung jawab kelompok (masing-masing kelompok terdiri dari 2 orang sesuai urutan perjalanan), (2) Pesan rahasia individu dan kelompok yang harus disampaikan kepada orang yang tepat dengan ciri-ciri memakai pita biru, lengan baju digulung, memakai topi dan memakai jaket dipinggang.

 Foto 2. Pengarahan kepada Peserta Latsar

Setelah pengarahan peserta memulai Caraka Malam yang terdiri dari 4 pos. Pos pertama merupakan pos pemberangkatan, peserta diberangkatkan per kelompok sesuai dengan urutan absen, sebelum pemberangkatan peserta diberikan informasi rahasia yang harus mereka hafalkan dan sampaikan kepada orang yang ciri-cirinya telah disebutkan saat pengarahan. Pos kedua, peserta ditanya tentang kecintaan kepada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, dan keyakinan kepada Pancasila sebagai ideolog negara. Pos ketiga peserta ditanyakan mengenai kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara, kemampuan awal bela negara bai secara psikis maupun fisik, dan semangat dalam mewujudkan negara yang berdaulat, adil, dan makmur. Pos keempat peserta akan bertemu dengan orang dengan ciri-ciri yang telah disampaiakan saat pengarahan dan peserta wajib menyampaikan informasi rahasia yang telah diberikan pada pos pertama dan ditemukan sepanjang rute Caraka Malam. Masing-masing pos dijaga oleh 2 orang kecuali pos pertama yang dijaga oleh 3 orang. Penjaga masing-masing pos antara lain, pos pertama, Dr. Lanjar, Yesina, dan Asep Saefudin, Pos kedua dijaga oleh Dr. Agus Sediadi dan Sasongko, pos ketiga dijaga oleh Malikuz Zahar, M.Eng, dan dr. Heri Widyawati, M.Kes, sedangkan pos keempat dijaga oleh Bambang Sutejo, SH, M.Si dan Hasmo Sadewo, SP, ME.

 Foto 3. Proses Pemberangkatan Peserta dari Pos 1

Dalam perjalanan Caraka Malam, beberapa hambatan harus dilalui peserta khususnya untuk menguji mental peserta yaitu (1) Bau dupa disepanjang rute perjalanan, (2) petugas yang menyamar sebagai “pocong”   dan (3) kain kafan berbentuk “pocong” yang digantung dipohon. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, panitia mengerahkan petugas keamanan dan petugas medis.

Foto 4. Petugas menyamar menjadi “pocong”

Seluruh peserta melakukan proses Caraka Malam dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan (1) peserta menyampaikan pesan kepada orang yang benar (2) lebih dari 85% peserta menyampaikan informasi dengan benar baik pesan individu maupun pesan kelompok. Dari seluruh peserta yang telah baik mengikuti proses Caraka Malam, melalui proses evaluasi dari masing-masing penjaga pos setelah proses Caraka Malam selesai diputuskan tiga peserta terbaik dalam prosesi Caraka Malam atas nama (1) Dicky Januarizky Silitonga, (2) Meyland Sabinna Fenescha Wambrauw, dan (3) Astri Kusumaningrum.

 Foto 5. Foto Bersama Tiga Peserta Terbaik Caraka Malam

Setelah proses Caraka Malam selesai, peserta langsung menuju lapangan, untuk melakukan acara ASBN. Berbeda dengan acara ASBN sebelum-sebelumnya, ASBN Latsar CPNS Golongan III Angkatan VIII kali ini untuk petugas ASBN seluruhnya dari peserta latsar. Petugas-petugas ASBN latsar angakatan VIII yaitu pembawa acara atas nama Dhita Widya Putri, Komandan acara atas nama Riza Aitiando Pasaribu, pembaca ikrar bela negara atas nama Dicky Januarizky Silitonga, pembaca puisi atas nama Miratul Khusna Mufida, pembaca doa atas nama Bayu Eka Yulian dan ajudan pimpinan upacara atas nama Johni Robert Verianto Korwa. Upacara ASBN dipimpin langsung oleh Ketua Penyelenggara Latsar CPNS Golongan III Angkatan VIII Dr. Lanjar, M.Si. Proses ASBN berjalan khidmat, peserta merenungi dan sampai menangis saat penciuman Bendera Merah Putih, pembacaan puisi, renungan malam, dan pembacaan doa. Selain itu peserta juga sangat tegas dan lugas dalam mengucapkan ikrar bela negara. Dalam amanatnya pimpinan upacara menyampaikan pentingnya peserta latsar untuk selalu menerapkan nilai-nilai dasar bela negara dalam kehidupan sehari-hari dan untuk berani melakukan inovasi dalam pekerjaan.

Foto 6. Amanat Pimpinan Upacara ASBN

Tidak selesai pada acara ASBN, acara dilanjutkan dengan nonton vlog bersama di chanel youtube Latsar Angkatan 8 CPNS RISTEKDIKTI yang sudah dibuat selama agenda sikap perilaku bela negara. Panitia dan peserta secara bersama-sama menonton vlog tersebut dengan sebelumnya diumumkan peserta terbaik Caraka Malam dan pemenang lomba Yel-Yel, Pelatihan Baris Berbaris, dan Senam Gemufamire. Banyak apresiasi disampaikan kepada peserta latsar angkatan VIII diantaranya dari Drs. Ruben Silitong, M.Com (Kepala Bidang Penyelenggaraan) yang mengapresiasi kelancaran proses Caraka Malam dan ASBN dimana peserta latsar sebagai petugas. Dr. Lanjar, M,Si yang mengapresiasi seluruh proses Caraka Malam, ASBN dan kreativitas vlog yang telah dibuat oleh peserta latsar. Apresiasi lainnya disampaikan oleh beberapa Widyaiswara, petugas keamanan dan petugas kesehatan.

Link Youtube Vlog Angkatan VIII

 

NS

PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL

Wisnu S. Soenarso, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti

Bogor, 2019. Universitas Terbuka melepas sekitar 1000 orang mahasiswa yang berhasil lulus kuliah dari berbagai program studi, salah satunya adalah Program Studi Pendidikan Dasar, yaitu PGSD dan PGPAUD pada tanggal 10 Juli 2019 bertempat di Universitas Terbuka Convention Center. Dalam upacara penyerahan Ijazah tersebut, diselenggarakan pula Seminar Akademik. Continue reading PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL