PELATIHAN DASAR SEBAGAI WADAH PENDIDIKAN KARAKTER ASN PROFESIONAL

Gambar 1. Suasana Ruang Tunggu Pelatihan Dasar Universitas Khairun Ternate

Ternate, 8 November 2019-Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Universitas Khairun Ternate kerjasama dengan Pusdiklat Kemenristekdikti, Balai Latihan Kerja (BLK) Ternate, dan BPSDM Provinsi Maluku Utara Tahun 2019 telah memasuki agenda Habituasi. Agenda Habituasi dilaksanakan mulai tanggal 6 November s.d. 19 Desember 2019. Setelah mendapatkan pembekalan tentang aktualisasi, peserta melakukan Evaluasi Rancangan Aktualisasi yang dilaksanakan pada 8 November 2019 di BLK Ternate dan Hotel Ayu Lestari.

Gambar 2. Jadwal Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar Universitas Khairun Ternate

Gambar 3. Suasana Evaluasi Rancangan Aktualisasi Peserta Pelatihan Dasar Universitas Khairun Ternate

Peserta pelatihan yang berjumlah 80 orang dibagi dalam 7 kelompok evaluasi, yaitu empat kelompok di BLK Ternate dan tiga kelompok di Hotel Ayu Lestari. Setiap kelompok terdiri dari 11-12 peserta. Evaluasi dilaksanakan mulai jam 08.30 s.d. 18.00 WIT.

Gambar 4. Foto Peserta Bersama Mentor, Coach dan Penguji setelah melaksanakan Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar Universitas Khairun Ternate

 

Setelah melaksanakan Evaluasi Rancangan Aktualisasi, Rena Mustari menyampaikan bahwa Pelatihan Dasar menjadi sarana mengenal rekan-rekan sesama dosen yang berasal dari berbagai fakultas dan belum saling bertemu sebelumnya. Kesan tentang penyelenggaraan Pelatihan Dasar juga positif dimana pemateri dapat menyampaikan materi ajar dengan menarik dan materi yang disampaikan juga bermanfaat sebagai dasar pembentukan karakter ASN sebagai pelayan publik yang bertanggungjawab, disiplin, dan lain-lain.

Gambar 5. Salah satu Peserta Pelatihan Dasar, Rena Mustari, Dosen Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Khairun Ternate

 

Peserta Pelatihan Dasar lainnya, Indra Purnawan, Dosen Sastra Inggris di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun menyatakan bahwa ASN membutuhkan pendidikan karakter yaitu agar terbentuk ASN yang profesional. Sedangkan sebagai seorang dosen, pendidikan karakter bagi mahasiswa tidak harus diberikan melalui mata kuliah khusus, tetapi dapat disisipkan dalam mata kuliah lain, misalnya menerapkan kedisiplinan melalui aturan datang tepat waktu, dan menerapkan sopan santun melalui menghormati dosen dan menghargai sesama teman.

Gambar 6. Salah satu Peserta Pelatihan Dasar, Indra Purnawan, Dosen Sastra Inggris di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun Ternate

 

Sedangkan menurut Suratman Dahman, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun Ternate, dalam pendidikan karakter seorang dosen atau pengajar harus bisa menjadi role model atau teladan bagi peserta didiknya, sesuai dengan dasar pendidikan yang telah ditetapkan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani (di depan memberi contoh, di tengah memberikan semangat, dan di belakang memberikan dorongan). Dalam rangka menghadapi revolusi industri 4.0, sumber daya manusia di Indonesia perlu disejahterakan terlebih dahulu. Karena, apabila seseorang belajar dalam kondisi yang baik dan prima, maka pengetahuan yang diperolehnya akan lebih mudah untuk diproses. Selain itu, Suhatman berharap agar kebijakan-kebijakan di bidang pendidikan yang akan diterapkan nantinya tetap mempertimbangkan karakter dan budaya daerah.

Gambar 7. Salah satu Peserta Pelatihan Dasar, Suratman Dahman, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun Ternate

 

Menurut salah satu Mentor Peserta, Karman Lanani, Kaprodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun, bahwa Pelatihan Dasar yang dilaksanakan ini dapat mendorong output ASN yang profesional dan siap terjun ke lapangan kerja yang ditentukan. Hal tersebut terlihat saat proses mentoring di mana karakter profesional peserta yang mulai terbangun, seperti persiapan mengajar, ketelitian dalam menulis, dan sebagainya. Selain itu, menurut Karman Lanani, pembentukan karakter-karakter ASN yang profesional tidak hanya tergantung pada pelatihan yang telah dilaksanakan, melainkan juga tergantung pada ketulusan setiap individu untuk membangun karekter tersebut sebagai pelayan publik.

Gambar 8. Salah satu Mentor Peserta Pelatihan Dasar, Karman Lanani, Kaprodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Khairun Ternate

 

 

Please follow and like us: