BENCHMARKING TO BEST PRACTICE PESERTA DIKLATPIM 4 ANGKATAN V PUSDIKLAT KEMENRISTEKDIKTI MENUJU PEMERINTAH KOTA SURAKARTA

Solo – 30 Juli 2019. Peserta diklatpim 4 angkatan 5 melakukan kegiatan benchmarking, kali ini tujuan dari peserta diklatpim adalah pemerintah kota Surakarta. Benchmarking sendiri diadakan mulai tanggal 29 Juli – 2 Agustus 2019 sebelum peserta mengikuti seminar proyek perubahan. Rombongan benchmarking dipimpin langsung Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Ir. Wisnu S. Soenarso, M.Eng serta didampingi Kepala Subbidang Diklat Jabatan Administrasi Penina Renta Maria Gultom, widyaiswara ahli utama Pusdikla Dr. Dra. Asih Setiawati, M.Ab,  dan panitia pendamping lainnya. Kunjungan pertama dilakukan pada tanggal 30 Juli 2019, dimana peserta diklatpim menjadikan Pemerintah Kota Surakarta sebagai lokus untuk best practice mereka. Rombongan Pusdiklat di terima langsung oleh Drs. Said Romadhon Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Surakarta beserta jajarannya.

 

Dalam maksud dan tujuan rombongan, Wisnu menjelaskan bahwa kedatangan peserta diklatpim 4 ini adalah untuk mencari inspirasi, menimba ilmu dan menambah wawasan dalam menemukan inovasi apa yang akan dikembangkan di tempat kerja masing-masing peserta. Diharapkan dengan kedatangan peserta diklatpim ke Pemerintah Kota Surakarta dapat memotivasi peserta diklatpim untuk menjadi pelayan publik yang handal. Said menyatakan kegembiraannya dalam menerima rombongan peserta diklatpim dari Pusdiklat Kemenristekdikti ini. dalam pemaparannya said juga menjelaskan terkait sejarah kota Solo dimana Solo terkenal sebagai kota Budaya. Kota Surakarta berdiri pada tanggal 16 Juni 1946, sedangkan Surakarta Hadiningrat yang merupakan keraton kesepuhan yang menjadi cikal bakal kota Solo berdiri pada tanggal 17 Pebruari 1745. Sepanjang tahun 2018, kota Solo telah menerima berbagai macam penghargaan diantaranya adalah Adipura dan Green Leadership, Penghargaan Gerakan Menuju 100 Smart City, Kota Cerdas Indonesia, Penghargaan JDIH terbaik, penghargaan Adiwiyata Nasional dan Mandiri, penghargaan Kota Layak Anak, serta kategori Wajar Tanpa Pengecualian oleh BPK. selain itu, dengan misi mewujudkan masyarakat Surakarta yang waras, wasis, wareg, mapan dan papan, Pemerintah Kota Surakarta sendiri sudah banyak mengembangkan program program berbasis online. Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat Surakarta dalam menerima layanan publik dari berbagai sektor. Dari sektor kesehatan, pemerintah kota Surakarta telah menjamin masayarakatnya 100% telah menerima Kartu Indonesia Sehat, pengembangan RSUD Semanggi, penerapan Puskemas bersertifikat ISO, Puskesmas ramah anak, Tempat Pembuangan Sampah mobile, dan lain-lain. Dalam bidang pendidikan pemerintah kota Surakarta mengembangkan pusat pelatihan las di bawah air bekerja sama dengan Solo Techno Park. Lulusan dari pelatihan ini telah banyak di serap oleh industri perkapalan baik di level nasional maupun internasional. Menuju kemapanan, pemerintah kota Surakarta mengembangkan aplikasi BESUK KIAMAT, aplikasi ini memastikan masyarakat Surakarta menerima akta kematian 1 hari setelah kematian. Selain itu ada INAB, aplikasi ini bertujuan untuk membuka informasi yang seluas-luasnya bagi masyarakat Surakarta untuk mengontrol pengeluaran dan pendapatan (APBD Surakarta). Said berharap, semoga inovasi yang ada di Pemerintahan Kota Surakarta dapat menginspirasi peserta diklatpim untuk menyusun proyek perubahannya.

Setelah diterima secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, peserta diklatpim 4 yang telah dibagi kelompoknya berkunjung menuju lokus masing-masing. Untuk di Pemkot Surakarta, peserta mengunjungi Badan Kepegawaian,Pendidikan dan Pelatihan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,  Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, serta Badan Perencanaan dan Penelitian Daerah Pemerintah Kota Surakarta. Berikut adalah dokumentasi peserta diklatpim 4 pada saat melakukan kunjungan ke lokus di Pemkot Surakarta.

CR

Please follow and like us:
0