PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL

Wisnu S. Soenarso, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti

Bogor, 2019. Universitas Terbuka melepas sekitar 1000 orang mahasiswa yang berhasil lulus kuliah dari berbagai program studi, salah satunya adalah Program Studi Pendidikan Dasar, yaitu PGSD dan PGPAUD pada tanggal 10 Juli 2019 bertempat di Universitas Terbuka Convention Center. Dalam upacara penyerahan Ijazah tersebut, diselenggarakan pula Seminar Akademik.

Mengawali paparannya, Wisnu S. Soenarso, Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti berkesempatan menyampaikan sambutannya dan memberikan pembekalan kepada para lulusan, dengan mengawali sebuah kalimat bahwa kelulusan ini adalah sebagai langkah awal kembalinya para lulusan untuk terjun ditengah-tengah masyarakat dalam menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik. Dalam paparan yang berjudul “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia dalam menghadapi Persaingan Global”, Wisnu menyampaikan amanat Menteri Ristekdikti bahwa dalam kehidupan suatu bangsa, Pendidikan mempunyai peranan yang amat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan. Di samping itu Wisnu menyampaikan pula kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sudah sejak lama menjadi pertanyaan yang tidak kunjung padam. Sumber daya manusia yang masih rendah menjadi alasan utama bagi Indonesia untuk dapat bersaing dalam dunia kerja yang semakin dipersulit dengan adanya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) dan perkembangan situasi global yaitu Revolusi Industri 4.0. Masyarakat ekonomi ASEAN dan revolusi industri 4.0. yang sedang kita hadapi sangat bergantung pada kemampuan SDM yang mengikuti perkembangan zaman yang berbasis teknologi. Hal itu ditenggarai akan berdampak pada hilangnya banyak pekerjaan yang secara alami digantikan oleh teknologi.

Indonesia memiliki tantangan yang berat dalam hal SDM, namun memiliki keutungan dalam hal bonus demografi. Tahun 2045 dicanangkan sebagai Golden Time bagi Indonesia untuk menjadi negara maju dengan bonus demografi berada pada titik puncaknya. Jumlah itu akan sangat berdampak jika generasi penerus itu telah memiliki bekal ilmu dan pengetahuan yang cukup yang didapat dari bangku kuliah. Selain bonus demografi, survei membuktikan bahwa kemudahan berbisnis di Indonesia semakin meningkat. Peluang ini dimanfaatkan pemerintah untuk terus menumbuhkan dunia usaha di Indonesia.

Tantangan dan peluang harus kita cermati dengan baik agar Indonesia mampu menghadapi dan mempersiapkan masa depan. Peradaban berubah dari waktu ke waktu, begitu pula dengan perkembangan masyarakat yang beralih menuju masayarakat berbasis pengetahuan (Knowledge-based society). Masyarakat berbasis pengetahuan mengharuskan kita untuk memahami dan menggunakan teknologi, jejaring, serta berinovasi. Hal itu harus dilandasi dengan tingginya tingkat pendidikan tenaga kerja di Indonesia.

Sebelum menutup paparannya, Wisnu memberikan kesimpulan bahwa daya saing bangsa akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya APK pendidikan tinggi dan kualitas SDM yang dapat dibentuk di perguruan tinggi yang melaksanakan perannya dengan dukungan Kemenristekdikti. Dengan kolaborasi dan sinergi yang tepat dari semua pihak yang terlibat, maka akan tercipta lapangan kerja dari banyaknya masyarakat Indonesia yang berwirausaha. Selain itu tercipta pula tenaga kerja yang berkarakter, penuh inovasi, dan terampil.

Please follow and like us: