Rakernas Kemenristekdikti 2019, Siapkan Pembangunan SDM melalui Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang Terbuka, Fleksibel, dan Bermutu

     Tahun 2019 merupakan tahun kelima pemerintahan Jokowi-JK dimana pada tahun 2019 ini pembangunan Sumber Daya Manusia menjadi fokus kerja pemerintah. SDM di Indonesia harus mampu menghadapi dan memanfaatkan tantangan dan peluang serta perkembangan teknologi yang begitu cepat. Kemenristekdikti sebagai salah satu kementerian yang bertanggung jawab dalam menghasilkan SDM Indonesia yang berkualitas terutama dalam bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi mengawali kinerja di 2019 dengan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional di Universitas Diponegoro Semarang, 3-5 Januari 2019. Dengan mengusung tema “Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang Terbuka, Fleksibel dan Bermutu’’.

     Rakernas tahun-tahun sebelumnya telah mengambil tema-tema: Membangun Sinergi Ristek dan Dikti untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa (2016), Memperkuat Sinergi Ristek dan Dikti untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa (2017), Ristek Dikti di Era Revolusi Industri 4.0 (2018). Di tahun 2019 ini pembahasan Rakernas Kemenristekdikti lebih kepada pembahasan untuk menyiapkan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pengembangan Iptek dan Pendidikan Tinggi untuk menyelesaikan masalah-masalah strategik yang ada dan agenda pembangunan Iptek dan Dikti dalam RPJMN 2020-2024. Rakernas 2019 juga membahas terkait isu-isu strategis seperti pengembagan program studi inovatif, pengembangan distance learning (open university), atau pengembangan teaching factory atau teaching industry pada perguruan tinggi, pengembangan SDM 4.0, pendidikan tinggi vokasi, penguatan riset dan inovasi di Indonesia, perusahaan pemula (startup) dan isu strategis lainnya.

Suasana Pembukaan Rakernas 2019

     Dalam kegiatan Rakernas akan dilakukan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran pada tahun 2018, serta outlook program dan anggaran tahun 2019. Selain itu akan disusun rekomendasi langkah-langkah strategis Kemenristekdikti dalam menghadapi pembangunan terkait pengembang riset, teknologi dan pendidikan tinggi. Pelaksanaan Rakernas juga dimeriahkan dengan pameran-pameran yang diikuti antara lain Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Universitas Diponegoro, Politeknik Semarang, Badan Standardisasi Nasional, BPPT, LIPI, Kementerian Pertahanan, dan lain-lain. Di arena pameran ini juga dipamerkan motor Gesits yang menjadi salah satu ikon kendaraan bermotor yang ramah lingkungan dan dihasilkan sendiri oleh anak bangsa.

Suasana Pameran Rakernas 2019

     Rakernas 2019 dibuka secara resmi oleh Menristekdikti Mohammad Nasir dan dihadiri Gubernur Jawa Tengah dalam hal ini diwakilkan oleh Sekretariat Daerah Pemerintah Propinsi Jawa Tengah serta diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari kalangan eksternal dan internal Kemenristekdikti. Dalam sambutannya Nasir menyatakan betapa dashyatnya disruption yang melanda sektor kehidupan saat ini. Disruption sendiri adalah singkatan Disruptive Innovation. Kenapa di istilahkan disruptive (menganggu) karena adanya pergesaran model bisnis dari era analog ke era digital dengan inovasi-inovasi digital yang membuat segalanya menjadi mudah. Nasir menyatakan bahwa disruption juga terjadi di pendidikan tinggi. Pendaftaran perguruan tinggi secara konsisten menyusut drastis sejak tahun 2010, berbanding terbalik dengan pendaftaran pembelajaran secara online yang terus meningkat. Dalam sambutannya Nasir juga menyatakan bahwa untuk menghadapi era disruption Kemenristekdikti harus menjadi lebih terbuka, fleksibel dan bermutu. Di akhir pengarahannya, Nasir menyatakan bahwa agar Rakernas 2019 ini agar dapat menjadi momentum  untuk mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi disruption yang berdampak pada bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi.

Pembukaan Rakernas secara simbolik oleh Menristekdikti

Menristekdikti memberikan keterangan kepada wartawan

SA/C

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*